February 7, 2012

Design Rumah Mungil Yang Artistik Bagian 1

Seperti yang kita ketahui bahwa perkembangan dunia properti saat ini sedemikian pesatnya, pembangunan unit-unit properti, misalnya: apartemen atau kondominium eksklusif yang super mewah atau pembangunan rumah-rumah mungil yang sederhana semakin marak kita jumpai.

Seiring dengan perkembangan dunia properti tersebut, maka kebutuhan masyarakat akan rumah tentunya sangat tinggi. Bilamana budget anda kurang mencukupi untuk membeli rumah yang middle end, maka rumah mungil atau sederhana pun tidak menjadi halangan untuk mewujudkan keinginan anda untuk memiliki rumah.

Hampir semua pengembang menawarkan kavling atau produk rumah mungil, hal ini dikarenakan karena tingginya kebutuhan masyarakat akan rumah sebagai tempat tinggal, dan dalam waktu yang relatif singkat bisa terjual ratusan unit rumah. Tetapi permasalahannya adalah banyak pula pengembang yang memanfaatkan momentum tersebut dengan membangun rumah mungil tapi dengan fasilitas dan lingkungan yang ala kadarnya seperti yang selama ini kita kenal, yaitu Rumah Sangat Sederhana (RSS).

Sudah saatnya deskripsi rumah mungil tersebut dirubah. Konsumen merupakan raja dan sekaligus manusia juga yang selayaknya diberikan yang terbaik. Kata kuncinya adalah Rumah harus indah, sehat, dan bersahabat dengan lingkungan. Itulah kata kunci dalam pembangunan perumahan yang layak diperhatikan dalam membangun rumah ukuran apa saja, termasuk membangun atau memilih rumah mungil.

Rumah mungil yang banyak dipasarkan oleh pengembang biasanya memiliki luas tanah maksimal 100 meter persegi dengan ukuran variasi 6 X 15 m, 7 X 15m, atau 8 X 12 m, dan bentuk bangunan rumah standar.

Kata Indah tidaklah harus selalu mahal. Designer yang kreatif, arif dan cerdas justru mampu mewujudkan rumah mungil yang hemat bahan bangunan dan menyiasati segala keterbatasan, baik dana maupun lahan. Konsep rumah indah bisa diterjemahkan dalam bentuk denah rumah yang lugas dan mudah pemeliharaan dan keterbatasan akan lahan mendorong pembangunan rumah mungil bertingkat.

Denah ruang terbuka dan minim dinding pembatas, baik tembok, dinding, atau pintu, membuat ruang terasa lapang. Penggabungan fungsi ruang disesuaikan dengan kebutuhan calon penghuni rumah.

Carport, teras, dan taman depan difungsikan sebagai ruang tamu, ruang bermain anak, parkir kendaraan, bahkan rapat warga RT. Ruang dalam dioptimalkan sebagai ruang keluarga dan ruang makan. Fungsi ruang keluarga, ruang belajar, dan kamar tidur anak-anak juga dapat ditempatkan di lantai atas hingga ke kolong atap (attic). Taman dan teras belakang dimanfaatkan sebagai ruang makan terbuka, ruang keluarga, dan ruang belajar anak, dengan waktu berbeda.

Kamar mandi merupakan ruang yang memerlukan penanganan dan pemeliharaan secara khusus, mulai utilitas sanitasi, peranti utama, dan pemilihan bahan. Bahan lantai dari keramik atau teraso bertekstur kasar dimaksudkan agar tidak mudah terpeleset dan berukuran kecil untuk memperluas kesan ruang.

Karena keterbatasan luas dapat dibuat kamar mandi kering dengan shower box tertutup berdinding kaca atau tirai plastik. Penempatan septic tank meski ditempatkan di taman depan, namun perlu diperhatikan jaraknya dengan pompa air atau sumur anda karena septitank cepat atau lambat bisa mencemari air tanah.

Artikel ini disadur dari Architectaria, anda ingin mendesign rumah anda? silahkan meluncur ke Architectaria.

Bersambung ke Design Rumah Mungil Yang Artistik Bagian 2.

Speak Your Mind

*